Nasionalisme dan Mahasiswa
Memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa selama beberapa tahun belakangan ini, sesungguhnya disulut oleh menguatnya sentimen kedaerahan dan semangat primordialisme pascakrisis.
Tidak mengherankan semangat solidaritas dan kebersamaan pun terasa semakin hilang sejak beberapa dekade terakhir. Boleh jadi, penyebab dari memudarnya rasa nasionalisme ini juga disebabkan oleh karena paradigma tentang bangsa dan nasionalisme yang kita anut, berjalan di tempat.
Perubahan corak nasionalisme di antaranya merupakan yang paling nyata dan penting. Saya menyaksikan tanda-tanda nasionalisme ala negara sedang digantikan oleh sebuah nasionalisme baru yang bercorak massa. Nasionalisme ini lebih subtil, setiap individu berperan sebagai penafsirnya sendiri.
Sebagai masyarakat umum dan juga seorang mahasiswa, saya gerah melihat berita2 di tv yang menyiarkan demo2 anarkis yang dilakukan para Mahasiswa, saya menilai para mahasiswa saat ini lebih peduli dan lebih suka mendemo dan menghujat pemerintah, daripada memikirkan nasib bangsa yang terancam disintegrasi.
Coba perhatikan, apa sumbangan pemikiran mahasiswa untuk memecahkan masalah separatis di Papua dan Aceh??
Dan kalau kita ingat kelahiran Sumpah Pemuda, justru seharusnya dalam kondisi saat ini, para mahasiswa tampil di depan untuk mempertahankan NKRI. Seharusnya Mahasiswa bisa bahu-membahu bersama pemerintah menemukan solusi yang terbaik untuk semuanya, itu baru kaum intelektual.
"Jangan tanya apa yang negara dapat berikan pada anda tapi tanyalah apa yang dapat anda berikan untuk negara ini"

.jpg)
